Cara Mendidik Anak Remaja

Cara Mendidik dan Tantangan Mengasuh Anak Remaja di Era Millenial

Banyak yang mengatakan bahwa pendidikan anak itu dimulai dari rumah. Itu memang tak perlu diragukan lagi. Pendidikan dari rumah adalah pendidikan pertama dan utama yang mereka dapatkan. Di masa remaja pun, ini masih berlaku. Hal yang jadi tantangan mengasuh anak remaja adalah era yang semakin maju. Bagaimana cara yang tepat?

Kesalahan Orang Tua dalam Mendidik Anak Remaja

Cara Mendidik Anak Remaja

1. Orang Tua Terkadang Lupa Bahwa Mereka Pernah Berada di Masa Itu
Salah satu tantangan mengasuh anak remaja adalah orang tua seringkali lupa bahwa mereka pernah berada di masa itu. Orang tua cenderung protektif ketika buah hatinya masih anak-anak dan ketika remaja, biasanya anak ingin diberi kepercayaan dalam memutuskan apa yang mereka inginkan.

Seringkali orang tua masih ingin menentukan apa yang seharusnya anak lakukan dan inilah yang membuat anak tak senang. Sebagai orang tua, seharusnya tahu bahwa Anda pernah mengalami masa ini. Jadi, biarkan mereka memilih apa keputusan yang ingin diambil atas jalan mereka asalkan masih dalam koridor yang benar.

2. Bukan Menggurui, Tapi Menjadi Teman Baik adalah Cara yang Efektif
Tantangan orang tua dalam mendidik anak yang lain adalah sikap orang tua yang cenderung bersikap menggurui. Ini cara yang buruk untuk mendidik anak. Anda harus ingat bahwa komunikasi yang baik akan terjalin jika Anda memposisikan diri sebagai teman. Anak remaja butuh didengarkan dan dipahami.

Dengan empati dan komunikasi, anak remaja akan nyaman untuk bercerita kepada orang tua saat ada masalah. Cobalah untuk mencari tahu minat mereka dan arahkan ke hal yang positif, setelah itu barulah dinasehati.

3. Orang Tua Tak Harus Sama dengan Anaknya
Sebagai orang tua, Anda harus tanamkan kepercayaan bahwa anak bukanlah duplikat Anda. Mereka adalah pribadi yang berbeda dengan Anda. Memberi saran atau perspektif orang tua pada anak memang tak dilarang. Namun, harus diperhatikan bahwa Anda juga harus menghormati pilihan mereka.

Alih-alih memusingkan hal kecil, sebaiknya Anda waspada terhadap hal besar yang tidak sejalan dengan nilai agama, keluarga, norma hukum dan lainnya. Tujuannya tentu saja agar anak terhindar dari pengaruh negatif seperti penyalahgunaan narkoba. Selama mereka tak melenceng dari nilai agama dan keluarga, sebaiknya Anda tak perlu ambil pusing.

4. Mencontohkan Hanya dengan Kata-Kata, Bukan dengan Tindakan
Kesalahan orang tua dalam mendidik anak di era milenial ini adalah lebih sering memberi contoh dengan kata-kata alih-alih dengan perbuatan. Padahal, cara anak belajar yang paling umum adalah dengan meniru. Begitu juga dengan mendidik anak remaja.

Bila ingin anak rajin beribadah, maka Anda juga harus beribadah lebih dulu dan biarkan mereka lihat. Akan lebih mudah jika Anda mengajaknya melakukan sesuatu dan mereka melihat apa yang Anda lakukan.

Mendidik Remaja di Millenial

1. Komunikasi Dua Arah
Hal pertama yang harus dilakukan dalam mendidik anak remaja di era digital ini adalah berikan komunikasi dua arah. Artinya, orang tua tidak hanya sekadar melarang atau memberi instruksi pada anak, tapi juga menjadi pendengar yang baik dan memberikan solusi atas segala permasalahan yang dialami anak.

Komunikasi secara terbuka adalah hal yang harus dilakukan. Cara ini efektif untuk melindungi anak dari pengaruh negatif pemakaian gadget dan lainnya. Sebagai contoh, menjelaskan mengapa orang tua melarang anak menonton video porno di gadget dan jelaskan aturan bijak penggunaan gadget juga.

2. Kembangkan Bakat Anak
Sebenarnya, ada banyak manfaat yang bisa didapat dengan kecanggihan teknologi. Salah satunya adalah proses belajar anak menjadi lebih variatif dan menyenangkan. Memanfaatkan teknologi juga bisa digunakan untuk mengembangkan bakat anak semisal memasak, menjahit atau menari.

3. Bekerja Sama dengan Guru
Bagi orang tua yang memiliki sedikit waktu untuk bisa berkomunikasi intensif dengan anak, tak ada salahnya meminta bantuan guru di sekolah untuk memonitor anak. Artinya, orang tua bisa memberikan otoritas kepada sekolah untuk bisa mendidik anak yang tentunya dengan kesepakatan tertentu.

4. Hilangkan Persepsi Pacaran adalah Penyemangat Belajar
Maraknya perilaku pacaran berlebihan di kalangan remaja seringkali menggunakan alasan pacaran adalah penyemangat belajar. Padahal, sebenarnya dalam sejarah tak ada hal itu, Malah, yang ada pelajar stres berkat pacaran di sekolah. Bukannya membuat anak semangat, malah justru membuat mereka tak fokus karena terlalu memikirkan si pacar.

5. Awasi Penggunaan HP, Tablet dan Televisi
Terakhir, awasilah penggunaan HP, tablet dan televisi. Perkembangan anak di era digital ini makin sulit diawasi karena konten yang tidak mendidik. Ditambah lagi, akses masuk dunia maya memberikan peluang besar bagi anak berperilaku negatif. Sata ini bahkan anak bisa mengakses konten dewasa dengan mudah.

Oleh sebab itu, orang tua wajib mengawasi penggunaan ponsel, tablet dan televisi untuk agar anak tetap berada di jalan yang benar. Tak ada salahnya Anda mengecek penggunaan media sosial terutama yang terkait dengan konten yang sering mereka tonton dan komunikasikan dengan orang lain.

Memang susah mendidik anak yang sudah memasuki usia remaja. Terlebih di era millenial dengan segala kecanggihan teknologinya. Ini adalah tantangan mengasuh anak remaja yang nyata dan harus dikalahkan orang tua kalau mau anaknya tak terjerumus ke dalam pergaulan yang salah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *