Cara Mengajarkan Anak Makan Sendiri dan Manfaatnya

Cara Mengajarkan Anak Makan Sendiri dan Manfaatnya

Belajar makan sendiri bagi anak adalah hal yang penting untuk dilakukannya. Meski anak belum bisa melakukannya dengan baik, ada baiknya Anda membiarkan ia mencoba karena ada banyak manfaat yang bisa didapat. Kalau Anda tak tahu bagaimana cara mengajarkan anak makan sendiri, ini dia!

Kenapa Penting Ajarkan Anak Makan Sendiri?

Mungkin Anda bertanya, mengapa harus mengajarkan anak untuk bisa makan sendiri sementara dia masih kecil dan Anda senang-senang saja kalau harus menyuapinya? Kegiatan makan sebenarnya melibatkan banyak kemampuan khusus yang harus dikuasai anak. Banyak tahapan yang harus ia lalui agar bisa menghantarkan makanan sampai ke mulutnya.

Dengan berbagai kegiatan seperti mengambil makanan dengan tangan, membawa ke mulut dan lainnya, anak bisa mengembangkan keterampilan motorik halusnya. Selain itu, ia juga melibatkan banyak perasaan dan indera ketika melakukannya. Untuk lebih jelasnya, ini dia manfaat mengajarkan anak untuk makan sendiri!

1. Motorik Halus Anak Lebih Terasah

Seperti yang disinggung sebelumnya, ada banyak manfaat membiasakan anak makan sendiri. Salah satunya adalah motorik halus anak akan lebih terasah. Tak masalah bila anak masih makan berceceran karena ia bisa mengasah kemampuannya. Dengan makan menggunakan tangan sendiri dan lainnya, motorik halus anak akan lebih baik.

2. Melatih Kemampuan Fokus Anak

Tak hanya itu saja, manfaat lain dari membiarkan anak makan sendiri adalah kemampuan fokusnya bisa lebih terasah. Untuk bisa mendapatkan hal ini, ada baiknya Anda menjauhkan mainan di sekelilingnya saat ia makan. Jauhkan juga gawai dan TV agar anak bisa fokus dalam memilah dan makan.

3. Mengasah Rasa Kasih Sayang

Anda juga bisa melakukan serangkaian aktivitas bersama saat anak Anda makan sendiri. Misalnya saja, memintanya menyuapi Anda. Ia tentunya akan senang hati melakukannya. Jika sudah begini, tentunya interaksi antara Anda dan anak akan lebih terjalin dan rasa kasih sayangnya juga akan lebih terasah.

4. Mengenali Porsi Makannya

Dengan mengajarkan anak makan sendiri, Anda juga bisa mengenali seberapa banyak porsi makan anak. Setiap anak tentunya memiliki porsi makan yang berbeda. bahkan, setiap hari pun terkadang nafsu makannya dan porsinya berubah. Tatkala ia makan sendiri, ia akan meminta lagi kalau kurang.

Pun sama dengan berhenti ketika sudah kenyang atau meminta makan sebelum ditawarkan. Hal ini menunjukkan bahwa anak sudah bisa mengenali porsi makannya sendiri dan ia sudah tahu kapan saatnya lapar dan harus makan. Itu semua bukan dilakukan secara instan. Ada proses yang harus dilakukan agar anak terbiasa.

5. Anak Bisa Memecahkan Masalah

Manfaat anak makan sendiri yang lainnya adalah anak bisa melatih ciri untuk memecahkan masalah. Ketika anak makan, ada masalah yang muncul semisal bagaimana caranya menyendok  makanan, memasukkannya ke mulut dengan benar dan lainnya. Anak mungkin awalnya akan gagal. Namun, seiring bertambahnya waktu, ia akan bisa dengan sendirinya.

Tahapan Ajari Anak Makan Sendiri

1. Beri Makanan yang Bisa Dipegang Tangannya

Tahap pertama yang bisa Anda lakukan ketika menerapkan cara mengajari anak makan sendiri adalah dengan memberinya makanan yang bisa dipegang tangannya. Hal ini akan melatihnya bagaimana cara menggenggam makanan dengan benar dan membawanya sampai ke mulut untuk dimakan.

Makanan yang biasanya digunakan sebagai finger food ini adalah makanan yang bisa digenggam dna memiliki tekstur lunak seperti buah apel yang sudah dipotong, pepaya, brokoli kukus dan lainnya. Anda bisa memulai tahapan ini ketika anak sudah berusia 8 bulan atau ada juga yang bisa mulai lebih cepat dari itu.

2. Kenalkan Anak dengan Sendok Sebagai Alat untuk Makan

Setelah anak bisa makan sendiri dengan finger food, maka Anda bisa mengenalkannya dengan sendok lebih dulu. Tahapan mengenalkan anak dengan sendok ini bisa dimulai ketika bayi berusia 13 hingga 15 bulan. Namun, pada anak-anak tertentu, tentu saja bisa lebih cepat atau lebih lambat.

Walaupun anak makan sendiri dengan sendok sudah pasti akan kotor dan belepotan, namun dengan membiarkannya sendiri maka mendorongnya untuk belajar dan mengembangkan kemampuan makannya. Anda mungkin akan merasa kesal saat anak menjatuhkan makanannya saat anak makan sendiri, namun ini merupakan bagian dari perkembangan anak.

Pada usia 18 bulan, anak biasanya akan lebih mahir dalam menggunakan sendok dan makan sendiri. Sedangkan pada usia 2 hingga 3 tahun, anak mungkin sudah mampu menggunakan sendok makan tanpa terlatih. Anda hanya perlu membantu memotongkan makanan kecil-kecil agar anak bisa mengambilnya dengan mudah.

3. Makan Bersama

Cara paling tepat untuk mengajarkan anak agar bisa makan sendiri adalah ajak ia makan bersama-sama dengan anggota keluarga yang lain. Saat ini, ia pastinya akan memperhatikan apa yang anggota keluarganya lakukan dan akan menurutinya.

Nah, itulah cara mudah mengajarkan anak makan sendiri yang bisa Anda terapkan. Ada banyak manfaat yang bisa didapat dengan mengajarkan anak makan sendiri ini. Paling penting, pertumbuhannya akan lebih baik dan anak juga bisa lebih mandiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *