Cara Mengatasi Anak Korban Bully yang Tepat

Cara Mengatasi Anak Korban Bully yang Tepat

Tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya menjadi korban bully atau yang dikenal juga dengan perisakan. Bully sendiri memang masih pekerjaan rumah besar untuk pihak sekolah dan orang tua karena ini bisa berpengaruh sangat buruk untuk di korban. Jika anak Anda adalah korban bully, lakukan cara mengatasi anak korban bully ini!

Penyebab Bully Bisa Terjadi

Sebenarnya, ada cukup banyak penyebab mengapa bully bisa terjadi. Dari sisi korban, penyebab bully adalah penampilan fisik yang berbeda dengan anak pada umumnya sehingga pelaku mengintimidasi anak tersebut. Selain itu, bisa juga karena ras. Hal ini pada umumnya terjadi pada saat seorang anak berbeda masuk ke lingkungan mayoritas.

Penyebab lainnya bisa terjadi karena masalah orientasi seksual. Meski hal ini baru bisa dibedakan saat anak memasuki usaha remaja, namun bisa saja terjadi di usia sekolah. Anak yang memiliki kecenderungan orientasi seksual berbeda seperti LGBT bisa saja mendapat bully.

Penyebab lainnya karena si korban terlihat lemah dan tidak suka melawan. Ini adalah salah satu alasan yang paling sering ada. Penyebab lainnya, bisa karena si korban tak mudah bergaul sehingga sedikit temannya. Sedangkan penyebab bully dari pihak pelaku, bisa saja terjadi karena ia memiliki masalah pribadi yang membuatnya tak berdaya.

Hal ini membuatnya mencari pelampiasan di luar. Penyebab lainnya, bisa jadi dulu ia juga merupakan korban bully. Bully juga bisa terjadi ketika muncul rasa iri terhadap korban yang sebenarnya terlihat istimewa di mata pelaku. Pelaku sengaja mengintimidasinya agar ia lebih menonjol dibanding korban.

Kurangnya pemahaman dan empati juga bisa menimbulkan masalah ini. Begitu juga bila ia memiliki masalah pengendalian emosi serta berasal dari keluarga disfungsional. Ini merupakan salah satu penyebab utama pembullyan.

Dampak Bully

Tahukah Anda, efek bully ini ternyata jauh lebih berbahaya dari kekerasan terhadap anak? Menurut studi dan penelitian memiliki kesimpulan bahwa anak-anak yang menjadi korban bully berisiko lima kali lipta menderita anxiety disorder daripada kelompok anak korban penganiayaan, penelantaran, kekerasan fisik hingga kekerasan seksual.

Penelitian ini sudah dilakukan di 38 negara di dunia dan menyimpulkan 1 dari 3 anak di dunia menjadi korban bully dan risiko menderita efeknya bisa berlanjut hingga masa dewasa. Anak korban bully juga sangat rentan terhadap gangguan mental dibandingkan anak korban aniaya.

Anda tentunya tak menginginkan hal ini terjadi pada buah hati Anda, kan? Oleh sebab itu, ada baiknya Anda memberikan pengertian pada anak agar anak tidak jadi korban bully. Jika pun sudah jadi korban bully, Anda bisa melakukan yang terbaik padanya agar efek ini tak menghantui mereka.

Ciri-Ciri Anak Terkena Bullying

1. Enggan Pergi ke Sekolah
Salah satu ciri anak yang terkena bully adalah ia enggan pergi ke sekolah dalam beberapa hari ke belakang padahal sebelumnya ia cukup rajin. Untuk mengetahui apakah ia menjadi korban bully atau tidak, Anda bisa meminta bantuan gurunya untuk memonitor kehadiran anak di kelas dan lewat teman terdekatnya.

2. Rutin Sakit Kepala dan Perut
Tanda lain anak jadi korban bully adalah anak rutin sakit perut dan kepala. Memang, bisa saja hal itu adalah sungguhan atau hanya berpura-pura agar ia tak pergi ke sekolah. Namun, jika itu rutin, ada baiknya Anda tanyakan dengan anak. Jangan lupa, buat percakapan yang konfrontatif sehingga anak mau mendiskusikan masalahnya.

3. Perubahan Pergaulan
Bila anak menolak bermain dengan rekan mereka biasa, ini bisa jadi tanda bahwa telah terjadi bully di lingkungan pertemanan. Hal nini memang agak sulit untuk diidentifikasi. Namu, Anda bisa coba tetap menjalin hubungan dengan orang tua rekannya sehingga Anda bisa sadar bahwa anak menjauh dari kelompok itu.

4. Susah Tidur
Anak yang susah tidur karena gugup atau cemas tentang apa yang akan terjadi esok juga bisa jadi tanda ia mengalami bully. Anak akan cenderung susah tidur dan ini akan membuatnya kelelahan. Ini bisa jadi indikasi bahwa ia memiliki masalah, salah satunya adalah bully.

5. Enggan Berinteraksi dengan Keluarga
Ciri lain anak yang jadi korban bully adalah ia enggan berinteraksi dengan keluarga. Ketika pulang sekolah, ia akan langsung masuk ke kamar dan ia juga bisa mengeluarkan reaksi yang berlebihan terhadap saudaranya.

6. Pakaian Robek dan Tanda Fisik
Jika pakaian anak robek atau rusak karena alasan yang tak jelas bersamaan dengan tanda fisik seperti memar atau luka, ini bisa menandakan bahwa anak mengalami bully. Anak biasanya cenderung tidak bisa atau tidak mau menjelaskan ketika ditanya soal ini. Sekali lagi, berilah pertanyaan terbuka seperti apa yang mereka lakukan saat istirahat dan lainnya.

7. Membangun Mental Korban
Ciri lainnya anak yang jadi korban bully adalah ia membangun mental sebagai seorang korban. Ia akan cenderung menutup diri semisal berjalan dengan menunduk dan tidak berani mengutarakan pendapat. Anak yang seperti ini sangat rentan untuk terkena bully yang berkelanjutan.

Cara Membantu Anak yang Jadi Korban Bully

1. Buat Anak Merasa Nyaman dan Aman di Rumah
Salah satu cara mengatasi anak korban bully yang bisa dilakukan adalah membuat anak merasa nyaman dan aman di rumah. Di sekolah, ia sudah terasa terancam dan ketakutan. Di rumah, hal tersebut tak boleh terjadi. Pastikanlah lingkungan di rumah cukup tenang, mendukung dan aman buat si anak.

Ketika anak bercerita, cobalah untuk mendengarkan dengan tenang dan sabar. Jangan buru-buru atau memotong ceritanya supaya ia merasa aman untuk memberitahu Anda. Anda juga harus meyakinkan si kecil bahwa Anda selalu ada untuknya dan mendukungnya untuk menghadapi masalah ini.

2. Beri Tahu Pihak Sekolah
Besar kemungkinan bully yang terjadi di sekolah. Agar masalah ini lekas selesai, ada baiknya Anda melaporkan masalah ini pada sekolah. Dengan begitu, mereka akan bisa bertindak dan anak pelaku bully tak akan mengulanginya lagi.

3. Bantu Anak Cari Solusi Bersama-sama
Hal lain yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi bully ini adalah dengan membantu anak mencari solusi bersama-sama. Korban bully biasanya merasa tak berdaya, putus asa dan ketakutan. Oleh karena itu, penting untuk Anda membantu memberdayakan anak mencari jalan keluar atas masalahnya sendiri.

Kemampuan pemecahan masalah akan sangat berguna bagi mereka nanti bila Anda mengarahkannya seperti ini. Namun tetap ingat, Anda tak boleh mendiktenya. Hanya perlu mengarahkannya saja untuk memikirkan tindakan apa yang paling tepat bila berhadapan dengan kondisi ini.

4. Melatih Reaksi Anak
Menghadapi tukang bully memang tak gampang. Anak tak boleh bereaksi berlebihan karena itu bisa memicu emosi pelaku. Namun, kalau diam saja, itu tak akan mengubah keadaan. Anda bisa coba melatih reaksi anak dan tanyakan apa yang mungkin bisa ia lakukan bila berhadapan dengan si pelaku.

Misalnya saja, berhenti mengejek aku, diam dan lainnya. Ingatkan pada anak untuk tidak bereaksi dengan kekerasan atau kata kasar karena situasinya bisa berbalik 180 derajat. Jika anak tidak bisa menghadapinya lagi, maka arahkan ia untuk meminta bantuan orang dewasa saja.

5. Lapor ke Pihak Berwajib
Dalam kasus tertentu, anak mungkin akan menjadi korban bully yang parah. Sebagai contoh, pelaku menggunakan ancaman kekerasan, pelecehan seksual dan lainnya. Kalau sudah begini, wajib untuk melaporkan ke pihak berwenang yang dalam hal ini adalah polisi sebab ini bukan lagi ranah sekolah atau orang tua.

6. Pemberian Terapi
Tak ada salahnya Anda memberikan anak terapi untuk korban bully guna menghapus semua kenangan buruknya tentang masa bully. Terlebih bully ini telah terjadi lama dan sudah parah. Dengan terapi ini juga, bisa mengurangi dampak buruk dari bully baik secara mental ataupun fisiknya sehingga tak membuat mereka berkeinginan untuk bunuh diri atau hal buruk lain.

Sekarang, Anda sudah lebih paham tentang bully dan bagaimana cara mengatasi anak korban bully, kan? Sebisa mungkin, berilah pengertian pada anak agar mereka tak korban apalagi pelaku bully di kemudian hari. Berikan ia pengertian akan dampak buruknya baik bagi si pelaku atau korban. Dengan begitu, rantai ini pun bisa diputuskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *