Cara Mengatasi Anak Korban Bully

Cara Mengatasi Anak Korban Bully di Sekolah

Pada dasarnya, orang ingin merasa bahwa dirinya lebih berharga dari orang lain, termasuk anak-anak. Oleh sebab itu, tak heran sering terjadi bully karena pelakunya mendesak orang lain untuk membuat tersebut merasa tak lebih berharga dibanding dirinya. Kalau ini terjadi di lingkungan sekolah, ini cara mengatasi anak korban bully yang bisa diterapkan!

Apa Itu Bully?

Meski istilah ini sudah sangat akrab di telinga, namun mungkin sebagian orang belum mengerti apa ini. Bully adalah suatu tindakan yang berusaha menyakiti atau mengintimidasi seseorang yang dianggap rentan dan seringnya dilakukan berulang kali. Ini bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, bahkan pada anak-anak di sekolah.

Cara Mengatasi Anak Korban Bully

Bahaya Bullying

Anda harus tahu, bully akan memberikan dampak yang cukup besar pada korbannya. Beberapa dampak yang ditimbulkan adalah anak akan merasa ketakutan, stres, depresi dan cemas. Dalam taraf parah, anak bisa saja berpikiran untuk bunuh diri atau melukai diri sendiri. Ia juga akan memiliki masalah lain seperti susah tidur dan masalah suasana hati.

Tanda Anak Jadi Korban Bully

Perundungan atau bully ini sekarang menjadi momok yang menakutkan untuk anak usia sekolah. Tak mudah bagi orang tua tahu apakah anak menjadi korban bully atau tidak terutama bila anak memang jarang berkomunikasi. Namun, sebagai orang tua, Anda bisa mengidentifikasi beberapa tanda yang mengarahkan anak menjadi korban bully.

1. Enggan Pergi ke Sekolah
Salah satu ciri-ciri anak terkena bullying adalah ia akan enggan ke sekolah padahal biasanya ia senang. Ini adalah tanda awal bahwa ada sesuatu yang tak beres di sekolah. Anda bisa memperhatikan alasan mereka bila tak ingin. Kalau anak kecil, Anda bisa mengetahuinya dari kondisi tubuhnya yang sakit atau tak enak badan.

Sedangkan untuk anak yang menuju remaja, Anda bisa memantaunya dari gurunya. Bisa saja, anak Anda dari rumah ke sekolah, tapi ia tak sampai di sekolah. Pantaulah kehadirannya melalui bantuan guru.

Baca Juga : Apa Penyebab Anak Tidak Mau Sekolah dan Cara Menghadapinya?

2. Rutin Sakit Kepala dan Perut
Tanda lainnya adalah ia rutin merasa sakit kepala dan perut. Ini adalah salah satu gejala fisik stres dan kecemasan yang diasosiasikan dengan bullying. Kadang, anak juga akan pura-pura merasa sakit kepala atau perut sebagai alasan untuk tidak pergi ke sekolah. Bila ia rutin melakukannya, ada baiknya Anda coba ajak si kecil berdiskusi.

3. Perubahan Pergaulan
Perubahan pergaulan ini juga bisa jadi indikasi bahwa anak mengalami bully, terutama pada remaja wanita. Misalnya, anak menolak untuk bermain dengan teman biasa dan ini bisa menandakan terjadi bulloy pada kelompok pertemanan. Ketika anak mulai menjauh dari lingkungan pertemanannya, ada baiknya Anda segera mencari tahu.

4. Susah Tidur
Tanda lainnya adalah ia susah tidur. Anak yang gugup dan cemas seringkali kesulitan untuk tidur dan ini bisa Anda lihat dari sikapnya yang tampak lelah ketika sarapan. Selain susah tidur, anak juga akan terlihat sangat lelah. Hal inilah yang bisa jadi indikasi bahwa anak terkena bully dan stres.

5. Reaksi Emosional Intensif
Maksudnya adalah anak menyimpan kecemasan ketika diajak bicara tentang sekolah atau kegiatan lain yang ia ikuti sehingga ia menunjukkan reaksi yang lebih emosional. Hal ini juga bisa jadi tanda bahwa anak menjadi korban bully.

6. Enggan Berinteraksi dengan Keluarga
Ciri lain yang bisa jadi tanda anak terkena bully adalah ia enggan berinteraksi dengan keluarga. Misalnya saja, ia akan bereaksi berlebihan terhadap saudaranya. Bisa juga berupa anak tidak secerewet sebelumnya dan enggan berbicara dengan orang rumah.

7. Membangun Mental Korban
Tanda yang cukup jelas bahwa anak menjadi korban bully adalah ia membangun mental sebagai seorang korban. Misalnya saja, ia akan berjalan menunduk dan tidak berani mengemukakan pendapat. Kalau ini ia lakukan, ia akan berpeluang menjadi korban bully terus menerus.

8. Pakaian Robek dan Tanda Fisik
Tanda yang paling mudah dilihat ketika anak menjadi korban bully adalah pakaiannya robek atau rusak tanpa ada alasan yang jelas. Hal ini biasanya muncul bersamaan dengan tanda fisik lain seperti memar atau luka. Ketika ditanya, anak pun cenderung tidak bisa atau tidak mau menjelaskan.

Hal yang Bisa Dilakukan Untuk Mengatasi Bully

1. Buat Anak Merasa Nyaman dan Aman di Rumah
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi bully yang dirasakan anak adalah membuat ia nyaman dan aman di rumah. Ini bisa jadi terapi untuk korban bullying agar ia bisa mengatasi ketakutannya. Pastikan kondisi rumah cukup tenang dan mendukung untuk anak.

Ketika anak bicara soal bully, ada baiknya Anda dengarkan dengan tenang dan sabar dan jangan memotong ceritanya. Hal ini bertujuan agar ia nyaman. Anda juga harus meyakinkan anak bahwa Anda selalu ada mendukungnya untuk menghadapi masalah ini.

2. Beri Tahu Pihak Sekolah
Cara mengatasi anak korban bully lain adalah dengan memberitahu pihak sekolah seperti guru atau konselor untuk dibicarakan baik-baik. Sebab, seringkali kasus ini terjadi ketika pihak sekolah tidak tahu. Mereka baru akan menghentikannya tatkala sekolah bertindak.

3. Bantu Anak Cari Solusi Sama-Sama
Cara lainnya adalah dengan membantu anak mencari solusi bersama. Anak yang jadi korban bully umumnya tidak berdaya, putus asa dan ketakutan. Oleh sebab itu, bantulah ia mencari jalan keluarnya. Dengarkan ketika ia berkata apa yang mungkin bisa ia lakukan untuk mengatasi masalah ini dengan tenang.

Dengan begitu, nantinya akan terbiasa untuk memikirkan konsekuensi dari setiap tindakan dan perkataannya secara matang. Namun, pastikan juga solusi itu datang dari dirinya sendiri, bukan karena Anda mendiktenya.

4. Latih Reaksi Anak
Menghadapi pelaku bully memang tak pernah gampang. Anak tak boleh bereaksi berlebihan sehingga bisa menyulut emosi pelaku. Namun, anak juga tak boleh diam saja karena itu tak akan mengubah keadaan. Lalu, harus bagaimana? Anda bisa ajari anak untuk membalas pelaku dengan kata singkat dan tegas seperti diam, berhenti mengejekku dan lainnya.

Anda juga harus mengingatkan anak untuk tidak bereaksi dengan kekerasan atau kata-kata kasar karena situasinya bisa berbalik 180 derajat. Jika anak sudah tak bisa menghadapinya, ada baiknya mintalah bantuan orang dewasa. Ingat, Anda harus terus mengingatkannya untuk melakukan ini dan penting untuk bereaksi dengan tepat ketika menghadapi bully.

5. Lapor Pihak Berwajib
Bagaimana bila keadaan sudah parah? Lapor pihak berwajib adalah jawabannya. Ini bisa Anda lakukan bila si pelaku sudah sampai tahap melakukan ancaman kekerasan, pelecehan seksual atau tindak kekerasan fisik seperti memukul. Sebab, ini sudah bukan ranah kewenangan sekolah dan orang tua, tapi sudah masuk tindakan hukum dan wajar dilaporkan.

Cara Agar Anak Tidak Jadi Korban Bullying

1. Beri Edukasi Sedini Mungkin
Salah satu cara pencegahan agar anak tidak jadi korban bully adalah beri ia edukasi sedini mungkin mengenai bullying. Pemberian edukasi ini adalah cara pencegahan paling ampuh. Anda bisa memberitahu mereka mengenai pengertian, bahaya dan dampak bully secara perlahan dan berikan juga pengertian bahwa bullying adalah tindakan yang salah.

2. Minta Anak untuk Lebih Terbuka
Cara lainnya, cobalah minta anak untuk lebih terbuka. Kebanyakan korban bully tak berani mengatakan apa yang terjadi pada dirinya. Mereka cenderung menyimpan sendiri sehingga ini bisa menyebabkan risiko yang besar. Sebagai orang tua, Anda bisa meminta anak untuk berani bicara mengenai bully yang mungkin dialami pada orang tua atau guru.

Hal seperti ini akan mencegahnya jadi korban tindakan bully. Ketika Anda tahu bahwa anak sudah menjadi korban bully, Anda bisa memberikan support khusus dan perhatian agar mereka tidak down dan bangkit dari penindasan.

3. Jangan Biarkan Anak Sendirian
Cobalah juga untuk tidak membiarkan anak sendirian. Arahkan ia bersama temannya. Sebab, kemungkinan besar di depan publik atau di depan banyak orang, si pelaku tak akan berani melakukan intimidasi.

4. Bangun Karakter Anak Sejak Dini
Anda juga bisa coba membangun karakter anak sejak dini agar ia tidak menjadi sosok yang tertutup, pemalu dan kurang pandai bergaul. Ajarilah ia cara bersosialisasi agar pandai bergaul saat berada di lingkungannya. Apabila anak sudah pandai bergaul dan beradaptasi terhadap lingkungan, percayalah, ia tak akan menjadi korban bully.

5. Jangan Lakukan Kekerasan pada Anak
Sebagai orang tua, Anda juga tak boleh melakukan kekerasan pada mereka. Ingat, kekerasan bukan hanya perkara fisik semata. Ini juga bisa berupa kata-kata pedas dan kasar yang Anda ucapkan saat memarahi anak. Hal ini malah akan membuat dirinya menjadi pelaku bully nanti.

Anda harus memberikan contoh yang baik pada mereka dan bila anak salah, tegur dengan baik. Buang perilaku berteriak apalagi sampai memukul fisik anak untuk mencegah anak menjadi pelaku bullying nanti.

Bullying memang bukan tindakan yang bagus. Anda harus melakukan cara mengatasi anak korban bully bila itu menimpa anak Anda. Namun, hal paling penting, Anda juga harus menerapkan pencegahan agar anak tak menjadi korban bully apalagi perilaku bully. Caranya, dengan selalu ada bersamanya adalah salah satunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *