Solusi Ampuh Mengatasi Anak yang Tertutup agar Lebih Komunikatif

Solusi Ampuh Mengatasi Anak yang Tertutup agar Lebih Komunikatif

Pasti Anda sudah familiar dengan kepribadian introvert dan extrovert. Mengenai kepribadian tertutup atau introvert, tidak sedikit pihak yang menyayangkan. Anak yang pendiam juga menjadi problema. Mengatasi anak yang tertutup harus dilakukan agar ia lebih komunikatif. Anda juga akan lebih mudah berkomunikasi dan mengontrol perilaku dan apa yang sedang ia pikirkan.

Ciri-Ciri Anak yang Berkepribadian Introvert

Karakter seorang anak memang sudah ada sejak dini. Akan tetapi, pola asuh orang tua dan keadaan orang di lingkungan bisa mempengaruhi karakternya. Dengan demikian, Anda sebagai orang tua masih dapat menumbuhkan karakter anak agar semakin baik. Jika anak mempunyai kepribadian yang introvert, umumnya akan lebih susah berkomunikasi secara terbuka. Anak jarang sharing.

Fenomena anak yang pendiam dan tertutup ini tentu menjadi problema tersendiri bagi orang tua. Ciri-ciri anak pendiam harus mulai diketahui dengan detail, sebelum berupaya mengatasinya. Selain jarang melakukan sharing atau menceritakan keadaan dirinya kepada orang lain, anak yang introvert juga akan jarang berbicara atau mengomentari sesuatu.

Sikapnya yang tenang dan diam, menjadikannya lebih dingin dibandingkan orang lain yang extrovert. Anak yang berkepribadian introvert ini akan berbicara seperlunya saja dan kurang ekspresif dalam setiap hal. Ia tidak senang melakukan hal-hal dengan berlebihan, cukup seperlunya dan sewajarnya saja. Anak yang pendiam ini juga lebih senang mengamati daripada berbicara.

Berdasarkan perilaku sosialnya, anak introvert akan lebih senang dan lebih mampu bekerja sendiri dibandingkan bekerja secara berkelompok. Karenanya, anak pendiam cenderung individualis. Berdasarkan kondisi psikologi anak yang tertutup, kenyamanannya ada saat ia sendiri. Pada dasarnya tidak menyukai suasana yang ramai. Akibatnya, anak introvert tak punya banyak teman.

Meski demikian, jika ia punya teman maka hubungan pertemanan itu sangat kuat. Umumnya, anak introvert punya sahabat yang sangat dekat. Anda pasti akan merasa senang jika mempunyai sahabat introvert karena pasti akan diperhatikan, meskipun ada saja yang disembunyikannya karena menurutnya tidak penting untuk diceritakan.

Penyebab Anak Tidak Terbuka pada Orang Tua

Benar bahwa sikap anak yang tertutup pada orang tuanya sangat erat kaitannya dengan pola asuh dan kebiasaan sehari-harinya. Keterikatan antara keduanya dapat diciptakan ketika saling memahami dan berkomunikasi memberikan kasih sayang. Akan tetapi, terdapat berbagai sebab yang menjadikan anak memilih untuk diam. Hal ini bisa dijelaskan dari sisi psikologis.

Hubungan anak dengan orang tua sangatlah erat, sehingga sangat diperlukan kedekatan secara emosional yang mampu memahami satu sama lain. Saat hubungannya tidak dekat, anak akan merasa asing dengan orang tuanya sendiri dan lingkungannya.

Sebagai contoh adalah orang tua yang terlalu sibuk bekerja akan mengurangi kebersamaan dengan anak, sehingga mereka berpikir orang tuanya lebih cinta dengan pekerjaan dibandingkan dengan anaknya. Semakin sedikitnya waktu yang tersedia, anak akan semakin tidak dianggap dan tidak lagi peduli. Agar tidak semakin parah, diperlukan cara mengatasi anak yang tertutup.

Hal lain yang menjadi penyebab anak bersikap tertutup adalah kurangnya afeksi atau perlindungan dari orang tua. Karenanya, anak merasa kekurangan kasih sayang karena tidak dianggap oleh orang tuanya. Sikap orang tua yang otoriter juga berpengaruh dalam hal ini. Anak akan membatasi sharing kepada orang tua karena jika diceritakan juga akan dimarahi atau sangat diatur.

Solusi Mengatasi Anak Remaja yang Pendiam

Berbagai penyebab anak tidak terbuka pada orang tua di atas merupakan kondisi yang wajar dirasakan anak karena tidak mendapatkan haknya dari orang tua. Kasih sayang, perhatian, dan perlindungan dari orang tua tidak diperolehnya. Untuk mengatasi sikapnya yang menjadi tertutup ini, tentunya diperlukan cara efektif yang bisa membuatnya merasa diperhatikan dan dihargai.

Sebagai orang tua, tetaplah memberikan kehangatan dalam bentuk kasih sayang, perhatian, dan perlindungan kepada anak setiap saat. Usahakan setiap harinya Anda bertanya tentang kegiatannya, perasaannya, dan kesibukan yang dia lakukan. Sejak dini, berilah perhatian semacam itu.

Perlu juga mengajaknya berbincang santai agar komunikasi antara orang tua dan anak lebih efektif. Kedekatan ini akan menciptakan hubungan lebih hangat sekaligus menjadikan anak lebih nyaman dan tenang. Ajaklah anak pergi hangout bersama saat waktu luang agar terdapat quality time bersama menikmati udara luar. Pergi berlibur juga ide yang sangat bagus.

Baca Juga :

Biasakan juga anak Anda mengikuti kegiatan sosial yang membuatnya semakin aktif. Kemampuan bersosialisasinya akan tumbuh lebih baik, jika mendapatkan lebih banyak ruang untuk berinteraksi dengan teman lain dan lingkungan yang mendukung. Lama kelamaan, anak akan menjadi lebih riang karena punya lingkungan dan teman baru yang dapat menghiburnya.

Jika usia anak sudah remaja, kondisi emosionalnya memang masih labil dan haus kasih sayang. Jadi, Anda sebagai orang tua harus lebih peka dengan memberikan kasih sayang dan perhatian yang diperlukannya. Berikan kasih sayang yang nyata karena cara menghadapi anak remaja yang pendiam memang gampang-gampang susah.

Saat menginjak usia remaja, anak akan mencari jati dirinya. Untuk itu, manfaatkanlah momen ini dengan sebaik-baiknya dengan mengamati apa sebenarnya bakat dan minat anak Anda. Arahkan anak untuk memilih kegiatan yang menunjang hobinya. Anda bisa menyarankan kegiatan kursus yang mendukung, misalnya kursus menyanyi, melukis, bermusik, berenang, dan sebagainya.

Selain membuat anak merasa nyaman dan senang, dukungan terhadap hobi anak dalam bentuk fasilitas kursus tersebut bisa menunjang prestasinya juga. Dengan cara ini, anak akan merasa diperhatikan oleh orang tua dan sikapnya akan berubah menjadi lebih ceria. Ia menjadi lebih terbuka dengan orang tuanya yang dimulai dari cerita kegiatannya saat kursus misalnya.

Berbagai penanganan tepat untuk mengatasi anak yang tertutup nyatanya perlu dilakukan. Hal ini sangat penting agar anak dapat berkomunikasi secara terbuka dengan orang terdekatnya. Komunikasinya bisa makin lancar dan kemampuan sosialisasinya semakin meningkat. Untuk itu, terapkan tips untuk mengatasi anak yang pendiam agar bisa lebih terbuka dan lebih ceria.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *