Mom Shaming

Apa Itu Mom Shaming dan Dampaknya Terhadap Ibu?

Setiap ibu baru sangat rentan mengalami yang namanya mom shaming. Istilah ini sendiri memiliki artian merendahkan seorang ibu karena pilihan pengasuhannya berbeda dari pilihan yang dianut oleh si pengkritik. Hal ini sebenarnya semacam bullying dan dampaknya cukup buruk untuk seorang ibu, lo!

Apa Itu Mom Shaming?

Anda mungkin ingin tahu apa yang dimaksud dengan ini, kan? Pengertian mom shaming sendiri seperti yang dikatakan sebelumnya merupakan suatu tindakan yang merendahkan seorang ibu hanya karena pilihan pengasuhannya berbeda dengan si pengkritik. Tujuan si pengkritik sendiri adalah agar ibu yang menjadi target merasa salah dan buruk.

Mom Shaming

Sementara itu, si pelaku akan merasa paling benar dan sempurna. Perilaku ini sendiri bisa berupa sindiran, komentar bahkan kritik yang sifatnya negatif. Bukan hanya dilakukan secara hadap-hadapan, kini, perilaku ini makin marak dilakukan bahkan secara daring layaknya cyberbullying.

Perilaku ini sebenarnya normal terjadi di kehidupan dan kebanyakan dari ibu tak mengetahui bahwa apa yang dilakukan si pelaku adalah buruk. Ini bisa jadi tantangan untuk ibu baru karena selain harus banyak belajar soal pengasuhan, ia juga harus memperkuat mental.

Contoh mom shaming yang paling banyak terjadi adalah ibu-ibu yang memberi nasihat yang sampai membuat risih, perdebatan lebih intens dengan orang tua atau mertua tentang cucu dan masih banyak lagi. Kadang, ada juga kata-kata yang seperti dilontarkan secara tak sengaja namun termasuk dalam tindakan ini.

Sebagai contoh, perkataan seperti “Hei, kamu kok gendong bayinya begitu, sih! Cepat betulkan!” Padahal, belum tentu apa yang dikatakan si pelaku benar. Semisalnya saja, cara menggendong model kanguru yang di Indonesia belum populer, padahal cara ini sangat baik untuk pertumbuhan bayi.

Banyak pihak yang bisa jadi pelaku ini. Menurut survei yang dilakukan pada banyak ibu di Amerika, sekitar 37% pelakunya adalah ibu atau ayah kandung mereka sendiri. 36% adalah pasangan sendiri. 31% adalah mertua, 14% teman bahkan petugas kesehatan pun ada yang melakukannya meski persentasenya tak sebesar yang lain, sekitar 8%.

Apa Dampaknya Mom Shaming

Bila Anda bertanya apa dampak mom shaming ini, tentunya dampaknya cukup buruk bagi si ibu baru terutama untuk kondisi psikologisnya. Para ibu yang mengalami perilaku ini seringkali menjadi pencemas dan tidak bahagia. Selain itu, ketika kondisi tersebut terjadi, ibu cenderung akan menyalahkan diri sendiri dan menyalahkan bayi serta pernikahannya.

Jika sudah masuk dalam tahap yang parah, korbannya tidak hanya bisa merusak diri sendiri, namun mereka juga bisa membuat hal buruk pada hubungannya dengan bayi dan pasangan sendiri. Bahkan, tak mustahil kondisi ini berakhir pada depresi terlebih pada ibu yang mudah tersulut emosinya.

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Menghadapinya?

Tentunya, ada cara menghadapi mom shaming yang bisa Anda lakukan agar tak terkena dampak yang buruk tersebut. Menurut saran banyak psikolog, beberapa hal ini bisa Anda lakukan!

1. Tidak Buru-Buru Menilai Diri Sendiri Negatif
Salah satu cara yang bisa dilakukan dalam menghadapi ini adalah tidak buru-buru dalam menilai diri sendiri bahwa Andalah yang salah. Masukan dan saran dari orang lain memang baik untuk diperhatikan. Tapi, bukan berarti Anda bisa menelan semuanya begitu saja. Sebagai seorang ibu, Anda harus cerdas.

Selidikilah kebenaran dan kesesuaian komentar tersebut dengan kondisi Anda saat ini. Ingat, kondisi setiap ibu dan anak mereka berbeda. Jadi, masukan dari orang lain belum tentu sesuai dengan kondisi nyata yang sedang dihadapi.

Baca Juga : Stunting pada Anak, Apa Sebab dan Dampaknya?

2. Boleh untuk Memilih Menanggapi atau Tidak
Bila ternyata masukan dari si pelaku bertentangan dengan kondisi diri Anda dan kenyataan yang sebenarnya, Anda tentu saja boleh mengabaikan apa yang mereka katakan. Itu hak Anda. Namun, kalau Anda lebih memilih untuk menanggapinya dengan tujuan bukan untuk mencela balik atau membela diri, juga sah-sah saja.

Anda bisa memberikan pengetahuan tambahan kepada si pelaku dengan cara ini. Namun, Anda harus bersiap dengan respon dari si pelaku tentunya. Masalah seperti apa respon yang diberikan, Anda tak perlu sakit hati. Tak perlu merasa bersalah dengan apa yang dikatakannya. Toh, And yang tahu bagaimana kondisi yang dihadapi sebenarnya.

3. Berdayakan Diri dengan Ilmu
Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi masalah yang satu ini adalah lebih memberdayakan diri dengan ilmu. Seperti yang banyak pepatah katakan, pengetahuan dapat memberdayakan seseorang untuk mencapai keberhasilan. Dengan menambah wawasan dari sumber terpercaya, Anda bisa lebih mantap dalam menghadapi perilaku pelaku ini.

4. Kurangi Waktu Bersama Pelaku
Kalau Anda susah untuk mengendalikan diri, tak ada salahnya Anda mengurangi waktu bersama dengan pelaku. Baik itu keluarga ataupun teman sendiri. Tujuannya tentu saja agar Anda merasa lebih tenang dan tak terganggu.

Jadi, sekarang Anda sudah tahu apa itu mom shaming, kan? Dampak yang dihasilkan dari perilaku yang kadang muncul hanya karena iseng ini luar biasa. Oleh sebab itu, sebagai sesama wanita, ada baiknya Anda tidak melakukannya pada orang lain. Kalaupun Anda adalah korbannya, Anda bisa terapkan cara menghadapinya di atas!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *