Penyebab Anak Tidak Mau Sekolah

Apa Penyebab Anak Tidak Mau Sekolah dan Cara Menghadapinya?

Saat baru akan sekolah, anak biasanya ngambek atau tak mau sekolah sama sekali. Hal ini tentunya akan membuat bingung orang tua padahal sebenarnya sekolah penting untuk bekal di masa depannya. Setidaknya, menurut survei, satu dari lima anak pernah mengalami hal ini. Sebenarnya, apa penyebab anak tidak mau sekolah dan bagaimana cara menghadapinya?

Penyebab Anak yang Tak Mau Sekolah

Penyebab Anak Tidak Mau Sekolah

Kejadian tak mau sekolah pada anak biasanya terjadi ketika mereka berusia 4 hingga 7 tahun yang artinya saat mereka berada di bangku Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. Selain itu, biasanya mogok sekolah ini juga sering terjadi setelah libur panjang. Ini memang sering terjadi. Tapi, bukan berarti Anda bisa membiarkannya. Yuk, kenali penyebabnya!

1. Gangguan Perpisahan Masa Kanak (Separation Anxiety)
Salah satu penyebab kenapa anak bisa tak mau sekolah karena ia mengalami gangguan perpisahan masa kanak yang disebut juga dengan separation anxiety. Kondisi ini adalah masalah psikis yang dialami anak yang biasanya ada pada anak yang baru mulai sekolah. Pada umumnya, ia terjadi karena anak punya hubungan yang erat dengan orang tuanya.

Hal itu membuat perpisahan sementara antara ia dan orang tua sangat berat baginya. Kalau anak yang mengalami kasus anak tidak mau sekolah karena penyebab ini, ada baiknya jangan terlalu dipaksa. Sebab, jika dipaksa penolakan yang dilakukannya akan menjadi-jadi dan juga bisa membuat anak tantrum hingga melukai diri sendiri.

Meski begitu, ada juga yang tak sampai separah itu. Ada anak yang menunjukkan gejala ia bersedia datang ke sekolah meski hanya sebentar. Setelah sampai di sekolah, ia akan meminta pulang. Sebagian lagi malah akan terus menempel pada orang tua atau pengasuhnya di sekolah dan ada juga yang berteriak-teriak hingga menunjukkan sikap melawan guru.

2. Fobia Sosial
Penyebab anak tidak mau sekolah yang lain adalah karena ia mengalami fobia sosial. Kondisi ini merupakan gangguan psikis yang terjadi karena anak merasa khawatir berlebihan bahwa ia akan mendapat masalah atau dipermalukan di sekolah. Berbeda dengan kondisi separation anxiety, fobia sosial masih memungkinkan anak bersemangat ke sekolah.

Hanya saja, saat sekolah sudah dimulai, anak akan menunjukkan keluhan fisik seperti sakit perut, muntah, mual, pusing dan masih banyak lagi. Keluhan tersebut biasanya muncul setelah anak diminta untuk maju ke depan kelas atau saat momen lain yang perlu pusat perhatian.

3. Trauma di Sekolah
Penyebab lainnya adalah karena si anak mengalami trauma di sekolah. Mungkin, ia pernah mengalami kejadian traumatis di sekolah yang betul-betul mengerikan semisal dicakar teman sehingga dimarahi guru.

Cara Mengatasi Anak yang Tak Mau Sekolah

Setelah tahu apa saja penyebab anak tidak mau sekolah, tentunya Anda juga mau tahu apa yang bisa dilakukan agar ketakutan anak bisa hilang dan ia mau kembali ke sekolah. Cara mengatasi anak agar mau sekolah yang bisa Anda terapkan adalah sebagai berikut!

1. Beri Bayangan Menyenangkan
Hal pertama yang bisa Anda lakukan agar anak mau ke sekolah lagi adalah berikan bayangan menyenangkan padanya. Ceritakanlah bahwa di sekolah dia bisa mendapatkan pengalaman seru dan juga teman baru. Buat si anak memiliki gambaran bahwa sekolah memiliki berbagai kegiatan seru yang bisa ia lakukan.

Jangan segan untuk mengajak anak bicara dari hati ke hati. Ceritakan betapa serunya kegiatan belajar di sekolah dan katakan bahwa kegiatan di sekolah bukan hanya di ruang kelas saja. Namun, masih banyak hal seru lain yang bisa dilakukan di luar kelas.

2. Kenalkan Sekolah Sejak Dini
Anda juga bisa coba mengenalkan sekolah sejak dini pada anak. Beberapa waktu sebelum anak duduk di sekolah formal, Anda bisa mengajarinya mengenai lingkungan sekolah. Anda tak perlu memilih sekolah yang kualitas tinggi dan mahal untuk anak. Paling penting, pilihlah sekolah yang bisa membuat anak merasa nyaman.

3. Ajarkan Anak Sekolah di Rumah
Selain itu, Anda juga bisa coba mengajari anak sekolah di rumah lebih dulu. Dengan ini, ia bisa memahami betapa pentingnya sekolah. Pemahaman ini adalah hal yang penting agar si anak bisa melakukan ilustrasi sekolah di rumah bersama anak. Anda bisa mengajak si kecil bermain peran bisa menjadi kegiatan seru bersama si anak.

4. Ajak Bersosialisasi
Cobalah juga ajak anak untuk bersosialisasi. Jangan malas untuk membangun komunikasi yang baik dengan si anak. Dengan mengajak anak lebih bersosialisasi, si anak bisa memiliki kemampuan komunikasi yang baik pula. Anak bisa memiliki kemampuan mengeluarkan pendapat dan keberanian bertanya pada guru maupun teman-temannya.

5. Diskusi
Ajak si kecil untuk berdiskusi juga bisa dilakukan agar anak bisa jujur perihal masalah yang tengah dihadapinya. Dengan begitu, Anda bisa tahu apa yang jadi penyebab ia tak mau sekolah. Setelah tahu apa penyebabnya, barulah Anda bersama si anak mencari solusi terbaik.

Cobalah untuk didiskusikan dengan santai saat ia melihat acara TV ataupun sedang bermain di rumah. Saat melakukannya pun, Anda harus sabar dan tak perlu berdebat. Cobalah dengarkan dulu penjelasan si anak kemudian cari solusi bersama-sama.

6. Kenalkan Impian dan Cita-Cita
Untuk memupuk semangat anak, tak ada salahnya Anda mengenalkan motivasi pada si kecil. Anda bisa menanyakan padanya mengenai cita-cita anak. Hal ini bisa mengingatkan padanya apa yang diinginkan dan di sanalah ia akan berpikir dan sadar bahwa apa yang diinginkannya tak bisa didapat tanpa bersekolah.

Nah, sekarang Anda sudah tahu apa penyebab anak tidak mau sekolah dan bagaimana cara yang bisa dilakukan untuk menghadapinya, kan? Untuk memberi motivasi, tak ada salahnya Anda memberikan hadiah kecil pada si anak sehingga ia lebih bersemangat. Bukan dengan memarahi ketika ia tak mau mendengarkan apa yang harus dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *