Penyebab Bayi Menangis Lama

Kenali Penyebab Bayi Menangis Lama dan Bahayanya

Pernahkan bayi Anda menangis sepanjang waktu dan tak diam-diam? Menangis pada bayi sebenarnya adalah hal yang normal. Namun, kalau itu terjadi sepanjang waktu, bayi dapat membuat ibu khawatir. Tak hanya itu saja, sebenarnya itu juga berbahaya untuk dirinya sendiri. Yuk, kenali penyebab bayi menangis lama dan apa bahayanya?

Apa Penyebabnya?

Bayi yang menangis sepanjang waktu, mungkin bisa lebih dari tiga jam biasanya disebut dengan kolik. Kolik ini biasanya terjadi pada bayi yang berusia kurang dari lima bulan. Kolik ini sebenarnya adalah kondisi yang bukan termasuk namun bisa membuat orang tua merasa terganggu.

Untuk penyebabnya, biasanya karena bayi merasa lapar, takut atau ingin tidur. Bisa juga karena ia ingin buang air. Namun, sampai saat ini tak ada yang mengetahui apa yang menyebabkan kolik secara pasti pada bayi. Para ahli sudah memperkirakan bahwa 8 hingga 40 persen bayi mengalami kolik.

Para ahli pun tak bisa menyimpulkan mengapa ada bayi yang mengalami kolik dan ada juga yang tidak. Beberapa ahli menyimpulkan bahwa ini karena bayi tidak dapat menangani apa yang ia lihat, suara yang ia dengar atau sensasi yang ia rasakan sehingga ia menjadi bingung dan terus-menerus menangis.

Namun, beberapa ahli juga menganggap bahwa kolik adalah tahap perkembangan bayi yang alami karena ia menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berbeda dari apa yang ia rasakan saat berada di rahim ibu. Tapi, jika bayi mengalami intoleran terhadap susu, mungkin ini bisa menyebabkan kolik pada bayi Anda.

Apa Bahayanya?

Setelah Anda tahu kenapa bayi menangis terus dan susah tidur karena kolik ini, ada baiknya Anda juga tahu apa saja bahaya yang mengintainya. Kolik yang tidak terjadi dalam waktu yang sering sebenarnya tak berbahaya. Namun, jika sebaliknya alias berlebihan, ini bisa menimbulkan masalah serius pada bayi. Ini dia bahayanya!

  1. Bisa Menyebabkan Bayi Stres dan Terkena Serangan Panik

Salah satu bahaya bayi sering menangis kencang adalah bayi bisa terkena stres dan terkena serangan panik. Hal ini karena ketika menangis, tubuh bayi mendapatkan hormon kortisol yang tinggi. Hormon ini salah satu hormon stres yang bisa menyebabkan jaringan saraf di otak bayi mendapatkan tekanan yang sangat besar.

Kalau dibiarkan dan terjadi terus menerus, kondisi ini bisa membuat bayi rentan terkena gangguan otak. Tak hanya itu saja, bayi juga sangat rentan terkena risiko step karena hormon yang berlebihan ini.

  1. Masalah Gangguan Pertumbuhan Bayi

Bahaya bayi nangis kejer lain yang harus Anda waspadai adalah masalah gangguan pertumbuhan pada bayi. Bayi yang menangis terlalu sering dan memiliki hormon stres yang banyak bisa menyebabkan sistem kekebalan tubuhnya menurun drastis sehingga bisa menyebabkan bayi memiliki pertumbuhan yang buruk.

Kondisi ini juga bisa mengganggu struktur dan fungsi bagian otak bayi sehingga ia akan lebih rentan depresi saat dewasa nanti. Pengaruh seringnya menangis juga bisa mengancam sistem neurotransmitter yang berlangsung mulai dari bayi hingga dewasa.

  1. Meningkatkan Risiko Gangguan Autis pada Bayi

Salah satu alasan penting mengapa Anda harus menghindari penyebab bayi menangis lama adalah agar risiko gangguan autis pada bayi tidak meningkat. Autisme memang bisa dilihat saat bayi masih kecil. Jika bayi Anda mengalami gejala autisme dan ia juga sering kolik, ada baiknya Anda waspada.

Bayi yang sering menangis dan tidak mudah ditenangkan memiliki risiko tinggi membuat parah autisnya. Hal ini akan menyebabkan bayi tumbuh menjadi anak yang terisolasi dari lingkungan sosialnya.

  1. Bayi Bisa Tumbuh Menjadi Anak yang Keras

Tak hanya itu saja bahaya dari bayi yang selalu menangis dalam waktu lama. Bayi juga bisa tumbuh terlalu keras karena tangisannya bisa memicu hormon adrenalin yang tinggi. Hal ini bisa menyebabkan bayi mengalami tekanan dan stres secara berlebihan.

Ketika semua itu masuk ke bagian batang otak bayi, maka kelak ia akan tumbuh menjadi anak yang pemarah, mudah stres dan depresi. Efek ini mungkin tidak akan dirasakan dalam waktu cepat. Namun, ketika umum bayi bertambah, ini juga akan makin terasa.

  1. Risiko Tersedak dan Gangguan Pernapasan

Risiko lain yang bisa menyerang bayi karena ia sering kolik adalah tersedak dan mengalami gangguan pernapasan. Hal ini bisa membuat bayi menderita asma dengan sangat cepat. Jika tidak segera ditolong, gal ini akan membuat bayi mengalami gangguan pernapasan akut.

  1. Bayi Kurang Sensitif, Kurang Fokus dan Tidak Bisa Merespon dengan Baik

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bayi yang sering menangis berlebihan bisa menyebabkan otaknya dipenuhi hormon kortisol. Hormon kortisol yang terlalu tinggi bisa menyebabkan koneksi bagian otak bayi tidak terjalin dengan baik. Anak akan kesulitan memiliki fokus yang baik. Ia juga tak memiliki respon yang baik dan tidak sensitif.

Baca Juga :  Penyebab Bayi Susah Tidur dan Tips Mengatasinya

  1. Gangguan Sosial Ketika Dewasa

Gangguan kolik atau menangis terlalu lama saat bayi ternyata bisa berefek fatal hingga bayi dewasa. Saat dewasa, bayi akan memiliki masalah gangguan sosial karena ia memiliki gangguan kecemasan yang hadir karena terlalu sering menangis.

  1. Gangguan Perkembangan Motorik Halus

Masalah lain yang bisa timbul karena bayi terlalu sering menangis lama adalah gangguan perkembangan motorik halus. Kebiasaan menangis yang berlebihan bisa menghambat pertumbuhan bayi karena adanya masalah sistem syaraf dalam otak bayi. Hal inilah yang menyebabkan perkembangan motorik halus terganggu juga menghambat pertumbuhannya.

Nah, sekarang Anda sudah tahu apa saja yang jadi penyebab bayi menangis lama dan apa bahayanya. Apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi ini? Buatlah bayi merasa senyaman mungkin. Anda bisa menggendong, mengayun, membedong sehingga bayi merasa lebih nyaman dan aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *