Sisi Positif Pola Asuh Autoritatif dan Tips agar Anak Tak Tertekan

Sisi Positif Pola Asuh Autoritatif dan Tips agar Anak Tak Tertekan

Seperti yang kita ketahui selama ini bahwa terdapat berbagai tipe pola asuh orang tua kepada anaknya. Secara umum, pola asuh yang diterapkan ini berkaitan erat dengan karakter orang tua itu sendiri. Salah satu pola asuh yang sering diterapkan adalah pola asuh autoritatif yaitu peran orang tua sangat besar dan anak cenderung tertekan. Lalu, adakah sisi positifnya? Simak tipsnya berikut.

Ciri-Ciri Pola Asuh Autoritatif

Benar atau tidaknya pola asuh sebenarnya tergantung pada kesiapan orang tua dalam mendidik anak. Nilai-nilai yang akan diajarkan kepada anak juga penting. Jadi, perlu mempelajari tipe pola asuh agar bisa memilih yang paling sesuai dengan karakter Anda sebagai orang tua dan terbaik untuk anak. Dari sekian banyak pola asuh, gaya asuh autoritatif adalah salah satu yang dikenal.

Peran orang tua yang dominan sangat tergambar dalam ciri-ciri pola asuh yang autoritatif. Ciri khas yang pertama adalah adanya peraturan yang tegas dan detail dari orang tua. aturan ini sangat tegas dan mengikat, artinya terdapat konsekuensi berupa hukuman yang dibebankan kepada anak apabila tidak menaati aturan tersebut.

Peraturan tersebut dibuat agar anak menjadi lebih baik dan tidak salah pergaulan, namun caranya yang terlalu keras dan kaku. Hal ini menjadi suatu persoalan yang membuat banyak orang menyayangkan gaya asuh autoritatif.

Ciri-ciri berikutnya adalah sikap dingin orang tua. Umumnya, orang tua dengan pola asuh autoritatif akan bersikap tegas, keras, dan protektif kepada anak. Karenanya, hubungan orang tua dan anak menjadi terbatas dan kurang hangat karena adanya peneguran, pengawasan, dan pembatasan ruang gerak anak. Anak juga jadi kurang terbuka kepada orang tua.

Pola asuh yang autoritatif ini juga menyebabkan anak lebih sulit berpendapat. Orang tua memegang kontrol dalam pengambilan keputusan ataupun pemecahan masalah. Anak dianggap masih belum mampu mengambil keputusan yang baik. Karenanya, anak merasa pendapatnya tidak penting lagi dan cenderung bersikap apatis. Komunikasi satu arah ini kurang menguntungkan.

Sisi Positif Gaya Asuh Autoritatif

Pola asuh yang mengedepankan peran orang tua ini memang banyak diterapkan, mengingat orang tua berkewajiban menjaga anak dan memastikan baik tidaknya perilakunya. Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman, terdapat pola asuh yang kemudian menghargai pilihan anak dan memberi ruang lebih bebas. Meski demikian, gaya autoritatif masih diperlukan untuk mengontrol anak.

Peran orang tua sangat penting dalam tumbuh kembang anak yaitu sebagai pihak yang mengarahkan, memantau, mengawasi, dan mengontrol. Hal ini dilakukan untuk menciptakan karakter anak yang baik dan tidak salah arah. Dalam gaya pola asuh autoritatif ini, diharapkan orang tua mampu berperan aktif sebagai pengontrol anak, asalkan tidak mengekang.

Sisi positif gaya asuh autoritatif ini memang masih adanya peran orang tua secara keseluruhan. Akan tetapi, yang menjadi kurang tepat adalah aturan yang sangat mengikat dan hukuman yang keras. Untuk itu, diperlukan pembuatan aturan dengan melibatkan anak untuk berpendapat agar orang tua dan anak bisa sepakat. Hilangkan hukuman yang mengarah pada kekerasan.

Baca Juga :

Gaya asuh autoritatif ini juga sejalan dengan pelaksanaan kewajiban orang tua untuk menjaga, mendidik, dan mengawasi anak agar tidak salah langkah. Ditambah lagi faktor lingkungan luar yang semakin bebas dan tidak semuanya positif. Untuk itu, perlu pengawasan dan proteksi orang tua dalam bentuk nasihat dan aturan dalam beraktivitas dan bergaul.

Tips Menerapkan Pola Asuh Autoritatif agar Anak Tak Tertekan

Sekilas, pengertian pola asuh autoritatif memang terdengar menakutkan, kaku, dan keras. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pola asuh yang autoritatif ini didominasi peran orang tua yang mengontrol anak dengan berbagai peraturan dan hukuman. Proteksi yang diberikan juga terbilang ketat. Karenanya, tidak sedikit pihak yang tidak setuju dengan pola asuh ini.

Sebenarnya, gaya asuh autoritatif ini bisa diterapkan dengan baik kepada anak. Bagaimana caranya? Anda bisa tetap memberikan peraturan dan konsekuensi berupa hukuman, namun jangan berbau kekerasan. Buatlah peraturan yang menjadi kesepakatan antara anak dan orang tua, sehingga anak bisa berpendapat. Anda juga akan mengajarkannya dalam pengambilan keputusan.

Selain itu, terapkan juga aturan untuk setiap anggota keluarga agar adil. Jadi, orang tua juga membuat aturan untuk dirinya sendiri dan menaatinya sebagai contoh agar anak juga menaati aturan yang diberlakukan untuknya. Dengan cara ini, anak akan paham dan tergerak mengikuti aturan yang baik tersebut. Mengenai hukuman, ubahlah dengan hukuman yang positif.

Pendidikan anak sejak dini juga sangat terkait dengan pola asuhnya. Jadi, orang tua tetap perlu mengawasi tumbuh kembang anak guna memberikan proteksi agar anak tidak terkena bahaya. Setelah beranjak remaja, anak tidak jatuh ke pergaulan bebas. Untuk mengawasinya tak perlu berlebihan atau menaruh curiga, namun pantau kebiasaan anak dan tegur dengan lembut.

Agar tak salah pilih, Anda perlu mengetahui dan memahami berbagai tipe pola asuh anak. Beberapa tipe pola asuh memang ada yang disoroti karena terlalu fokus pada orang tua atau terlalu fokus pada anak. Boleh saja menerapkan pola asuh autoritatif dengan peran orang tua mendominasi, asalkan memberikan ruang agar anak bisa berpendapat. Jangan terlalu mengekang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *