Kemandirian Anak

Ciri-Ciri Kemandirian Anak dan Tips Melatih Kemandiriannya

Kemandirian pada anak memang harus dilatih sejak dini. Dengan begitu, anak tak akan terlalu bergantung dengan orang lain dan tidak terlalu manja juga. Anak sebenarnya dapat menjadi mandiri dengan bantuan sejak ia masih sangat belia. Apa saja ciri-ciri kemandirian anak dan bagaimana cara melatihnya?

Ciri Kemandirian pada Anak

1. Memiliki Kepercayaan Diri
Salah satu ciri-ciri anak mandiri adalah ia memiliki kepercayaan diri yang bagus. Anak yang memiliki kepercayaan diri yang bagus pada umumnya memiliki keberanian dalam melakukan sesuatu dan menentukan pilihan sesuai dengan kehendak dan juga mampu bertanggung jawab atas pilihan yang diambilnya. Inilah yang berefek pada kemandirian anak.

2. Memiliki Motivasi Intrinsik yang Tinggi
Selain itu, ciri lainnya adalah anak memiliki motivasi intrinsik yang tinggi. Motivasi intrinsik sendiri adalah dorongan yang berasal dari dalam diri untuk melakukan suatu perilaku maupun perbuatan.

Motivasi jenis ini umumnya lebih kuat dan abadi bila dibandingkan dengan motivasi ekstrinsik yang berasal dari luar. Meski kedua jenis motivasi ini bisa saling melengkapi, namun tanpa adanya motivasi intrinsik yang kuat, anak tak akan berani melakukan apa yang mereka inginkan.

3. Mampu dan Berani Menentukan Pilihannya
Indikator kemandirian anak usia dini lainnya adalah ia mampu dan berani menentukan pilihannya sendiri. Sebagai contoh, ia bisa memilih makanan yang akan dimakan, memilih pakaian yang akan dikenakan dan memilih mainan yang akan dimainkan. Selain itu, ia juga bisa memilih mana sandal untuk kaki kanan dan mana untuk kaki yang kiri.

4. Kreatif dan Inovatif
Ciri lainnya adalah anak lebih kreatif dan inovatif. Mereka melakukan sesuatu atas dasar kemauan sendiri dan bukan karena diminta orang lain. Selain itu, mereka juga tak tergantung terhadap orang lain dalam melakukan sesuatu dan mereka menyukai dan selalu ingin mencoba berbagai hal baru.

Baca Juga : Deteksi Kecerdasan Anak, Kenali Dulu Jenis-Jenisnya

5. Bertanggung Jawab dalam Menerima Konsekuensi atas Pilihannya
Saat mengambil suatu keputusan, tentu ada konsekuensi yang menempel atas keputusan tersebut. Anak yang mandiri akan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya apapun yang terjadi nanti. Tentunya, bagi anak usia dini, konsekuensi ini masih dalam taraf wajar. Misalnya saja tidak menangis dan lainnya.

6. Mampu Menyesuaikan Diri dengan Lingkungan
Ciri lainnya adalah anak lebih mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Seringkali Anda menemukan anak yang dengan mudahnya menangis ketika mereka masuk sekolah. Bahkan, kebanyakan anak masih minta ditunggui saat sedang belajar di kelas.

Contoh kemandirian anak usia dini yang bisa Anda lihat dari posisi ini adalah anak Anda akan cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. Ia tak akan menangis meski awalnya mungkin takut. Selain itu, ia juga dapat belajar meskipun tanpa ditunggui orang tua.

7. Tidak Bergantung pada Orang Lain
Ciri lainnya adalah anak tidak bergantung dengan orang lain dalam melakukan sesuatu. Dia tahu kapan waktunya minta bantuan orang lain. Ia akan mencoba melakukan hal yang harus dilakukannya sendiri lebih dulu. Namun, ketika ia tak mampu, barulah ia akan meminta bantuan orang lain. Sebagai contoh, saat harus mengambil barang di tempat tinggi.

Cara Melatih Kemandirian Anak

1. Berikan Tugas untuk Membersihkan dan Menyimpan Mainannya
Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan dalam melatih kemandirian anak. Salah satunya adalah dengan memberikan tugas membersihkan dan menyimpan mainannya sendiri. Biasakan anak untuk menyimpan mainannya dalam satu box penyimpanan dan membersihkan mainannya setelah selesai main agar mereka lebih mandiri.

2. Ajari untuk Mandi Sendiri
Cara lain yang bisa Anda terapkan untuk melatih kemandirian anak adalah dengan mengajarinya mandi sendiri. Ajarkan ia bagaimana caranya menggosok badan dengan sabun, menggosok rambut, menyiram badan lain lainnya. Anda bisa mengajarkannya dengan cara mendemonstrasikannya lebih dulu dan biarkan anak melakukannya sendiri.

Baca Juga : Cara Mendisiplinkan Anak Tak Boleh Memaksa, Terapkan Cara Ini!

3. Biarkan Anak Memilih Pakaiannya Sendiri
Cobalah untuk ajari anak memilih pakaiannya sendiri juga. Cara ini bisa menanamkan rasa percaya diri pada anak. Berikan ia kebebasan dalam memilih apa yang akan dipakai dan berikan penjelasan dan pilihan apabila pilihannya benar-benar sangat tak cocok. Jangan lupa juga, berikan pujian bahwa pilihannya bagus agar ia lebih percaya diri.

4. Ajari Anak Berterima Kasih dan Meminta Maaf
Setelah tahu ciri-ciri kemandirian anak, langkah lain yang bisa Anda terapkan untuk melatih kemandiriannya adalah dengan mengajarinya untuk mengucapkan terima kasih dan meminta maaf. Anda harus tahu, dua kata ini adalah komponen penting dalam kehidupan sosial.

Kata-kata ini bisa membentuk dan membangun individu menjadi seseorang yang lebih baik. Ajarkan anak Anda untuk menggunakan dua kata ini kepada orang lain agar mereka mengerti perannya.

5. Ajak Anak Membantu Pekerjaan Rumah
Cobalah juga mengajak anak untuk membantu pekerjaan rumah semisal membantu ibu memasak, mencuci piring, bertanam, membersihkan mobil dan masih banyak lagi. Selain bisa menambah kedekatan anak dengan orang tua, cara ini juga melatihnya lebih mandiri sehingga bisa melakukan banyak hal.

6. Ajarkan Menabung
Mengajarkan anak untuk menabung adalah salah satu tindakan pengajaran kemandirian juga. Berikan pemahamannya dan pengetahuan tentang pentingnya uang dan manfaat menabung pada mereka. Dengan begitu, mereka akan bersemangat untuk menyimpan uang. Agar mereka lebih tertarik, sediakanlah tempat menabung berkarakter atau bentuk tabungan lucu.

Nah, sekarang Anda sudah tahu apa saja ciri-ciri kemandirian anak, kan? Anda bisa menerapkan beberapa cara melatih kemandirian anak yang ada di atas. Selain dengan cara itu, sebenarnya masih banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk melatihnya, misalnya membiasakannya menyelesaikan pekerjaan sekolah, membuat jadwal harian dan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *