Mendidik Anak

Cara Mendisiplinkan Anak Tak Boleh Memaksa, Terapkan Cara Ini!

Mendidik anak sejak usia balita merupakan tugas paling sulit untuk orang tua. Pasalnya, salah sedikit anak bisa jadi membangkang dan kabur dari tanggung jawab. Anda bisa mendidik anak menjadi lebih disiplin, jujur dan terbuka. Namun, dalam menerapkan cara mendisiplinkan anak dan didikan lain, Anda tak boleh kasar! Terapkan saja cara ini!

Tips Mendidik Anak Balita agar Tumbuh Menjadi Anak yang Disiplin

Mendidik Anak

1. Konsisten
Salah satu cara yang bisa Anda terapkan dalam mendidik anak agar disiplin adalah dengan bersikap konsisten. Alih-alih memaksa, menerapkan pola asuh yang rutin dan konsisten jauh lebih baik. Sebagai contoh, tatkala ia bermain bersama teman lain, Anda mengatakan padanya untuk tidak memukul. Maka, pada saat itu, ia tidak akan memukul.

Namun, kalau di lain kesempatan ia melakukannya lagi, Anda bisa menerapkan cara itu lagi dan ia lebih paham dan tak akan mengulanginya. Namun, pastikan bahwa nada yang Anda gunakan lebih tenang dan tidak membuat anak merasa terancam, ya! Sebab, jika tidak, anak malah akan jadi pembangkang.

Sementara bila Anda tak konsisten, semisal mengatakan padanya hari ini tak boleh main di dalam rumah sementara esok membolehkannya bermain di dalam rumah, maka ini akan membuatnya bingung sehingga anak tak disiplin. Lakukanlah caranya berkali-kali sehingga anak mengerti apa yang diperintahkan.

2. Kenali Pemicu Tantrum Anak
Tantrum pada anak adalah hal yang wajar. Kebanyakan anak dalam masa ini memiliki emosi yang meledak. Nah, hindarilah mendidik mereka disiplin pada saat ini. Kalau anak masih tantrum, Anda bisa memberikan mainan kesukaan anak terlebih dulu sehingga memicu suasana hatinya jadi lebih baik.

Barulah setelah itu, Anda bisa mengajaknya bermain sambil belajar bertanggung jawab. Ini adalah cara mendisiplinkan anak yang baik. Jangan lupa untuk memberikan pujian pada anak saat ia berhasil melakukan hal yang positif.

3. Ikuti Pola Pikirnya
Cara lainnya adalah coba dengan mengikuti pola pikirnya. Pola pikir anak sangat sederhana namun kadang menyebalkan. Namun ingat, pola pikir anak berbeda dengan Anda. Mungkin bagi Anda membereskan mainan adalah hal yang harus dilakukan. Namun bagi si kecil, tidak apalagi bila ia belum selesai bermain.

Jadi, alih-alih merasa kesal dengan si kecil yang tak mau membereskan mainan, Anda bisa coba ikut membantu membereskan mainannya dan berikan contoh yang baik. Beritahu juga ini perlu dilakukan karena ini adalah tugasnya. Dengan begitu, lama-lama ia akan terbiasa.

4. Ciptakan Lingkungan yang Sesuai
Anda juga bisa menerapkan cara mendisiplinkan anak balita dengan menciptakan lingkungan yang sesuai. Hindarilah hal yang bisa membuat godaan dan membuyarkan konsentrasi pada anak. Buat lingkungan yang kondusif dan sesuai dengan keadaan si kecil. Misalnya, ketika ia belajar, hindari akses TV, ponsel, tablet dan lainnya.

Sebab, hal ini akan mengganggu proses belajar anak. Menciptakan lingkungan dan suasana yang sesuai ini sangat diperlukan untuk mendidik anak. Bahkan, ketika mereka mulai membangkang, Anda tak boleh memarahinya. Cukup dengan memindahkannya ke aktivitas lain yang dapat mengalihkan perhatiannya saja.

5. Jangan Ragu untuk Memberi Hukuman
Saat ini, banyak orang tua yang tak tega memberi hukuman pada anak mereka. Padahal, sebenarnya hukuman perlu dilakukan sebagai tindakan tegas dalam mendidik anak. Namun ingat, Anda harus memberi hukuman yang tak memberatkan dan hal ini hanya bertujuan untuk membuat si kecil lebih disiplin.

6. Tetap Bersikap Tenang
Hindari membentak atau memarahi anak saat ia tak mau disiplin. Sebab, hal ini membuat pesan positif yang Anda sampaikan anak hilang di benak si kecil. Ketika anak menangkap aura negatif dari amarah orang tua, hal ini bisa membuatnya tidak mendengar apa yang Anda katakan. Jadi, tetaplah berusaha tenang meskipun Anda sedang emosi.

Ajarkan Kejujuran dan Keterbukaan Juga

Agar anak bisa menjadi orang yang lebih baik, bukan berarti Anda hanya menerapkan cara mendisiplinkan anak saja pada mereka. Cobalah untuk mengajarkan mereka kejujuran keterbukaan juga sebab kedua hal ini sama pentingnya. Untuk mengajarinya, Anda bisa menerapkan cara ini!

1. Berikan Pemahaman Bahwa Jujur Itu Baik
Ada serangkaian kejujuran yang akan terasa nyaman tatkala Anda melakukannya. Nah, Anda bisa mengajarkan hal ini pada anak. Ajarkan anak untuk selalu mendahulukan perilaku jujur karena hal itu bisa mendamaikan hidup mereka dan menjauhkan dari rasa bersalah.

2. Berikan Pengetahuan Bahwa Tuhan Maha Melihat
Selain itu, Anda juga bisa memberikan pemahaman pada anak bahwa Tuhan itu Maha Melihat. Memberikan pemahaman bahwa kapanpun ia berbohong meski tanpa diketahui orang lain, tapi masih ada Tuhan yang melihat segala yang ia lakukan dan mencatat semua perilaku buruknya.

3. Buat Anak Merasa Nyaman
Hal lain yang bisa Anda lakukan untuk mengajarkan cara menerapkan keterbukaan dan kejujuran pada anak adalah dengan membuat anak merasa nyaman lebih dulu. Dengan merasa nyaman, anak akan membicarakan apa saja yang ia sukai dan menunjukkan ketertarikannya. Begitu juga dengan berbagai hal yang ia lakukan pada hari itu.

4. Luangkan Waktu untuk Mengobrol Bersama
Cara lain yang bisa Anda terapkan adalah dengan meluangkan waktu untuk mengobrol bersama. Cara ini bisa mendorong anak untuk bersikap terbuka kepada orang lain termasuk saudaranya. Cobalah meluangkan waktu paling tidak 15 menit dalam satu hari untuk berkumpul dan bercerita agar menambah momen kehangatan keluarga.

Baca Juga :  Apa Penyebab Anak Tidak Mau Sekolah dan Cara Menghadapinya?

5. Menasehati Tanpa Terkesan Menceramahi
Salah satu penyebab kenapa anak suka berbohong dan tak terbuka adalah karena orang tua yang suka menasehati, menceramahi hingga memarahi. Nah, cobalah untuk tidak melakukannya ketika anak sedang berusaha jujur dan terbuka pada Anda. Akan tetapi, lakukanlah trik menasehati tanpa terkesan menasehati dan menggurui.

6. Berikan Konsekuensi atas Setiap Kebohongan
Bagaimana kalau anak Anda masih suka berbohong dan tak terbuka? Baiknya, Anda tak memandang sepele masalah yang satu ini sebab ia akan berdampak buruk pada kehidupan masa depannya. Cobalah berikan hukuman yang edukatif untuk setiap kebohongan yang dilakukan anak semisal memintanya untuk meminta maaf kepada orang yang telah dibohongi.

Awal mendidik anak yang baik, disiplin, jujur dan terbuka itu ada pada keluarga. Andalah yang memegang kunci bagaimana membuat si kecil bersikap dewasa nanti. Anda bisa menerapkan cara mendisiplinkan anak dan menanamkan sikap jujur dan terbuka sehingga mereka bisa jadi orang yang baik ke depannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *